Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang
082300007834
082179186382
2BB1A3D7
082179186382

Apakah Suara Wanita Aurat?

Tuesday, January 19th 2016.

IMG_20160117_221721Apakah Suara Wanita Aurat?

Terkait dengan keberadaan wanita sebagai aurat, mungkin tersisa pertanyaan di benak. Bagaimana dengan suara wanita, apakah termasuk aurat? Lalu bagaimana dengan keberadaan sahabiyah dahulu yang berbicara dengan Nabi صلى الله عليه وسلم atau dengan para sahabat? Bagaimana pula keberadaan Ummul Mukminin Aisyah رضي الله عنها atau wanita-wanita selainnya, yang mengajarkan ilmu dan menyampaikan hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada para sahabat dan orang-orang yang datang setelah generasi sahabat? Bukankah ini menunjukkan wanita boleh berbicara dan memperdengarkan suaranya kepada lelaki ajnabi?

Al-Lajnah Ad-Da’imah dalam fatwa (no. 8567) pernah memberikan jawaban tentang hal ini.Disebutkan bahwa suara wanita bukanlah aurat, tidak haram bagi lelaki ajnabi untuk mendengarkannya terkecuali bila suara itu diucapkan dengan mendayu-dayu, mendesah dan dilembut-lembutkan karena yang seperti ini haram dilakukan si wanita di hadapan selain suaminya dan haram bagi lelaki ajnabi mendengarkannya, berdasarkan firman Allah تعالى:

“Wahai istri-istri nabi, kalian tidak sama dengan wanita-wanita yang lain, jika kalian bertakwa maka janganlah kalian melembutkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab: 32)

Dalam fatwa no. 5167, Al-Lajnah menyatakan wanita merupakan tempat penunaian syahwat lelaki, maka kaum lelaki memiliki kecondongan kepada wanita agar tertunai nafsu syahwatnya. Bila si wanita mendayu-dayu dalam berbicara, tentunya fitnah akan semakin bertambah. Karena itulah Allah تعالى memerintahkan kepada kaum mukminin, para sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم, bila mereka meminta kebutuhan atau suatu barang kepada wanita yang bukan mahramnya, hendaknya meminta dari balik hijab. Tidak langsung bertemu wajah dengan si wanita. Allah تعالى berfirman:

“Apabila kalian meminta sesuatu keperluan kepada mereka maka mintalah dari balik hijab/tabir, yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53)

️Allah تعالى juga melarang para wanita melembutkan suara mereka ketika berbicara dengan lelaki ajnabi agar jangan sampai lelaki yang punya penyakit di hatinya berkeinginan jelek terhadap si wanita.

Bila perintah ini dititahkan di zaman Rasul صلى الله عليه وسلم, dalam keadaan kaum mukminin kuat imannya dan mulia jiwanya, lalu bagaimana dengan zaman ini, di mana iman semakin melemah dan sedikit orang yang berpegang dengan agama?

❗Karenanya, wajib bagimu wahai wanita untuk tidak bercampur baur dengan lelaki ajnabi dan tidak berbicara dengan mereka kecuali bila ada kebutuhan yang sifatnya darurat dengan tidak mendayu-dayukan dan melembutkan suara, berdasarkan dalil ayat yang telah disebutkan.

Dengan penjelasan ini tahulah engkau, wahai wanita, bahwa semata-mata suara yang tidak disertai dengan kelembutan dalam berbicara bukanlah aurat, karena dulunya para wanita/sahabiyah berbicara dengan Nabi صلى الله عليه وسلم dan bertanya kepada beliau tentang perkara agama mereka. Demikian pula mereka mengajak bicara para sahabat sehubungan dengan kebutuhan mereka dan Nabi صلى الله عليه وسلم tidak mengingkari perbuatan mereka tersebut. (dari kitab Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta’, 17/202-204)

️Sehubungan dengan suara wanita ini, sangatlah disayangkan adanya sebagian orang yang bermudah-mudahan dengan berdalih suara wanita bukan aurat. Sampai-sampai ada guru lelaki yang mengajarkan Al-Qur’an kepada para wanita dengan men-tasmi’, yaitu mendengarkan bacaan Al-Qur’an para wanita yang diajarinya, guna membetulkannya bila ada kesalahan. Sementara kita semua maklum bagaimana suara wanita yang membaca Al-Qur’an. Siapa yang bisa menjamin wanita tersebut tidak melagukan suaranya saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an? Bila kondisinya seperti ini, bagaimana dengan sang guru, apakah ia bisa menjamin hatinya akan selamat dari fitnah?

Ada pula guru lelaki yang berani mengajarkan percakapan bahasa Arab (muhadatsah) kepada para wa nita. Sementara, sebagai satu metode pengajaran muhadatsah, sang guru mengajak bicara satu atau lebih murid wanitanya untuk bercakap-cakap dalam bahasa Arab. Mungkin sang guru mengatakan, “Kaifa haluk? Muridnya menjawab, “Alhamdulillah ana bi khair, wa anta…?” Dan seterusnya.

Kita bisa membayangkan bagaimana nada suara murid wanita itu dalam percakapan tersebut!
Wallahul musta’an.

Contoh di atas kita bawakan tidak lain sebagai nasihat dan peringatan bagi diri pribadi dan saudara-saudara sekalian, agar kita semua tidak menggampangkan permasalahan ini. Juga agar kita menjaga diri dari fitnah dan memerhatikan keselamatan hati-hati kita. Karena, sebagaimana perkataan hikmah dari ulama kita: Selamatnya hati tak dapat ditandingi/dibandingkan dengan sesuatu pun.

Semoga Allah تعالى memberi taufik kita kepada apa yang diridhai dan dicintai-Nya. Amin.

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Sumber
Wanita itu Aurat : Majalah Islam Asy-Syariah

Jubah Haramain Anak

Rp 180.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082179186382
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJubah Haramain Anak
Harga Rp 180.000
Lihat Detail »

Gamis AHMAD JUBBA

Rp 125.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082179186382
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGamis AHMAD JUBBA
Harga Rp 125.000
Lihat Detail »

Sirwal SARAWA RIPSTOB OLIVE

Rp 180.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082179186382
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSirwal SARAWA RIPSTOB OLIVE
Harga Rp 180.000
Lihat Detail »

Menyambut Seruan Adzan

Rp 65.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082179186382
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMenyambut Seruan Adzan
Harga Rp 65.000
Lihat Detail »

Jubah Haramain Wool (Coklat)

Rp 300.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082179186382
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJubah Haramain Wool (Coklat)
Harga Rp 300.000
Lihat Detail »

Jubah Al Khoir

Rp 140.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082179186382
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJubah Al Khoir
Harga Rp 140.000
Lihat Detail »
sale

Stelan Gamis 2th "AL-FAUZAN"

Rp 85.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082179186382
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangStelan Gamis 2th “AL-FAUZAN”
3 tahunRp 90.000
4 tahunRp 95.000
5 tahunRp 100.000
6 tahunRp 105.000
7 tahunRp 110.000
8 tahunRp 115.000
Lihat Detail »

Set Gamis Madinah AL KHOIR

Rp 170.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082179186382
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSet Gamis Madinah AL KHOIR
Harga Rp 170.000
Lihat Detail »
Keranjang>>
082300007834
082179186382
2BB1A3D7
082179186382